Laman

Selasa, 01 Mei 2012

Kemana Seorang Muslim, Jika Nilai Sosial Sesama Muslim Hilang Dalam Jiwanya


                                                    Oleh : Nopriansyah


Manusia dalam kehidupannya tidak akan terlepas dari kebutuhan akan pertolongan manusia lainnya. Manusia tidak dapat hidup mandiri sekalipun manusia itu dapat hidup sendiri. Kebutuhan akan bantuan orang lain dapat terlihat dari kebutuhan untuk kehidupan sehari-hari seperti sandang, pangan, dan papan yang digunakan manusia. Islam sangat jelas mengajarkan supaya seluruh umat muslim untuk saling tolong menolong terutama dalam hal kebaikan, seperti firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Maidah, 5:2 ; yang artinya : “ Dan saling tolong menolong lah kamu dalam ( mengerjakan ) kebaikan, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan keburukan “. ( Al-Maidah 5:2 ).
Dalam surat tersebut  maka jelas sekali kita sebagai muslim dianjurkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan terutama kita sebagai sesama  muslim. Perbuatan-perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma ajaran islam terlahir dari cinta yang tulus dan sempurna kepada dan karena Allah yang mendalam dari hati seorang mukmin. Tetapi kenyataannya pada jaman sekarang ini sangat sulit kita temukan orang-orang muslim yang dari hatinya sangat tulus untuk melakukan hal-hal seperti ini tanpa imbalan dan dorongan apapun.
Jaman sekarang seseorang akan melakukan kebaikan seperti menolong sesama muslim dan mukmin dalam kesulitan hanya untuk mendapatkan imbalan atau sejenisnya, yang bisa dikatakan juga jika untung maka dilakukan tetapi jika merasa tidak ada untungnya dibiarkan begitu saja. Padahal kebaikan sekecil apapun akan dibalas oleh Allah SWT dikemudian hari dan sangat berguna sekali bagi yang membutuhkan walaupun hanya bentuk yang kecil, asalkan dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah.
Hal seperti ini bukan hanya topik atau omongan belaka, akan tetapi hal semacam ini adalah fakta dikehidupan kita. Nilai-nilai sosial untuk membantu sesama manusia terutama muslim untuk sekarang sudah mulai luntur dan hilang. Desa yang dulunya sangat memegang dan menjunjung nilai-nilai tersebut sekarang sudah mulai hilang, apalagi diperkotaan nilai-nilai tersebut sangatlah langka untuk dijumpai. Hal ini bisa disebabkan oleh keegoisan individu manusia yang lebih mementingkan urusan atau perihal peribadi dibandingkan untuk menolong orang yang kesusahan walaupun waktu untuk melakukan hal itu ada. Diperkotaan jiwa sosial seorang manusia sudah hilang, walaupun masih ada sedikit orang yang masih menanamkan nilai-nilai tersebut didalam jiwanya. Padahal jika ditelaah lebih dalam, kesempatan seseorang untuk menolong sesama sangatlah banyak, akan tetapi budaya acuh terhadap orang seperti itu sudah tumbuh didalam jiwanya.
Sebagai contoh ketika dilampu merah melihat seorang muslimah yang memakai jilbab sedang menuntun motornya sendirian karena mogok dan menepi dipinggir jalan, tidak ada seorang pun dari sekian banyak pengendara dijalan tersebut yang mau berhenti atau menanyakan ada apa ?, apa ada yang bisa saya bantu ?, padahal diantara para pengendara tersebut pasti sebagian banyak adalah muslim. Akan tetapi dengan rasa acuh dan pura-pura tidak melihat atau dengan anggapan itu bukan urusan saya dan tidak kenal juga siapa dia ?,  semua pengendara hanya melewati seorang muslimah yang menuntun motor tersebut, padahal mereka mengetahui bahwa pertolongan sangat dibutuhkan dan jika mereka  menolong juga tidak akan memerlukan waktu yang lama. Hal semacam ini sangatlah jelas menggambarkan bahwa jiwa sosial dan saling menolong sudah hilang dalam jiwa seseorang.
Seharusnya, jika kita menganggap diri kita muslim yang memegang teguh ajaran Allah SWT dan berjiwa sosial sebagai manusia, maka hati kita akan tergerak jika melihat hal-hal semacam itu. Bisa jadi tanpa disadari perbuatan kita akan dibalas Allah dikemudian hari dengan balasan sepuluh kali lipat dari apa yang kita perbuat. Jika ada kesempatan untuk menolong seseorang, jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Kebaikan atau pertolongan yang kita berikan kepada orang yang membutuhkan akan jauh bermanfaat dari apa yang kita butuhkan, begitu juga jika pertolongan itu datang kepada kita disaat sedang dibutuhkan, hal tersebut sangatlah bernilai tinggi.

Tidak ada komentar: