Laman

Tampilkan postingan dengan label Sport dan Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport dan Education. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012

Cedera Pada Engkel / Angkle dan Pertolongan Pertamanya


Pada dasarnya cedera engkel ada 2 jenis, yaitu strain ankle dan sprain ankle injury. Strain Angkle terjadi ketika otot atau tenden kita terlalu renggang. Sedangkan Sprain Angkle, merupakan cedera yang lebih serius, dimana terjadi ketika ada peregangan pada ligamen (jaringan ikat yang menghubungkan antar tulang). Mayoritas cedera engkel/angkle adalah Sprain dimana 85% orang mengalaminya. Dan 45%-nya terjadi ketika berolahraga.














Kebanyakan cedera engkel (sekitar 85%) adalah inversion injury yaitu kaki tertekuk ke arah dalam, sehingga terjadi peregangan pada ligament bagian luar. Sedangkan cedera engkel karena kaki tertekuk ke arah luar jarang terjadi, dikarenakan posisi anatomis kaki kita. Dalam menangani cedera engkel sering kali kita sebagai teman, malah menekuk kakinya seperti orang yang terkena kram hal ini malah bisa dikatakan salah.
Karena sebenarnya ada 4 langkah penangan yang benar untuk cedera engkel, langkah-langkahnya seperti yang telah saya sebutkan di atas, RICE :
Ø  Rest atau Istirahat
Mengistirahatkan kaki yang cedera dari berbagai pergerakan yang tidak pentingatau berlebih merupakan langkah awalnya, terutama dari gerakan-gerakan menjadikan kaki penahan atau penopang.
Ø  Ice atau Es

Kompres bagian yang cedera dengan es, hal ini dilakukan untuk mengurangi bengkak. Lakukan pengkompresan selama 20 menit tiap jam, selama bagian yang cedera masih terlihat bengkak.
Ø  Compression atau Balut/bebat

Bebat engkel yang cedera berguna untuk meminimalisir terjadinya pergerakan pada engkel. Bebat dengan rapat namun tidak erat. Jika karena bebat malah bertambah bengkak maka SEGERA kendurkan/renggangkan.
Ø  Elevation

Kaki diletakkan di atas letak jantung selama 48 jam pertama. Ha ini dilakukan untuk meminimalisir bengkak dan memar pada bagian yang cedera (engkel).
RICE: Rest, Ice, Compression, Elevation merupakan 4 langkah dalam penanganan pertama pada cedera engkel atau keseleo engkel. Selain itu, bisa diberikan obat pereda rasa nyeri. Tentu penggunaannya harus sesuai instruksi dokter. Biasa menggunakan obat voltadex (pereda rasa sakit) dan salep Counterpain.
Cedera engkel biasanya sembuh antara 2-6 minggu, namun jika tergolong parah cedera engkel memerlukan waktu pemulihan 12 minggu dan memerlukan fisioterapi. Namun yang perlu ditakutkan, adalah ketika ternyata cedera engkel yang kita alami sudah kambuhan, maka bisa jadi akan dilakukan tindakan pembedahan untuk pemulihannya. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum olahraga kita melakukan pemanasan dan  pilih sepatu yang sesuai dengan aktivitas yang kita lakukan serta yang bisa memberikan rasa nyaman.



sumber : Berbagai sumber terpercaya

Minggu, 16 September 2012

10 profil penembak jitu [Sniper] terbaik Dunia

1.Simo Häyä


Simo Häyä mungkin adalah salah satu sniper terbaik yang pernah ada. Berasal dari Finlandia banyak orang yang tak mengenal namanya padahal ia adalah pemegang rekor 500 lebih skor kill sepanjang karirnya sebagai prajurit. Selama invasi Rusia 1939-1940, Haya telah membukukan kill 500 lebih tentara Rusia dalam waktu hanya 3 bulan pertama invasi. Simo Haya bukan membunuh dengan senjata modern yang dilengkapi Teleskop canggih, lasser sight, atau kaliber .50 tapi dia membunuh dengan keahlian yang dia miliki, ia hanya menggunakan perasaanya, iron-sighted, dan bolt-action standard rifle.

2.Adelbert F. Waldron III

Dia adalah U.S Sniper terbaik yang pernah ada. Staff Sgt. Adelbert F. Waldron III membukukan 109 confirmed kills. Pada suatu siang dia menaiki perahu "Tango Boat" untuk melaksanakan patroli sepanjang sungai Mekong, tiba-tiba seorang sniper Vietcong menembaki perahu mereka. Otomatis Crew kapal patroli segera mengambil posisi mencari persembunyian sniper Vietcong tersebut di pinggir sungai yang berjarak 900 m lebih. Sersan Waldron kemudian mengambil senapannya sambil mencari sniper musuh tersebut, akhirnya ia menemukan dan berhasil menembak sniper Vietcong tersebut yang berada diatas pohon kelapa dari perahu boat patroli yang sedang bergerak. Hanya seorang master yang bisa melakukanya.


3.Carlos Hathcock

Meskipun ia bukanlah sniper paling banyak membukukan skor kill atau pun penembak terjauh, namun dialah sniper yang menjadi legenda di Amerika Serikat. Carlos Hathcock bergabung dalam marinir pada umur 17 tahun dan menempuh pendidikan sebagai petembak jitu di Camp LeJeune, N.C. In Washington, D.C. a Marine Corps. Dia menjadi sukarelawan selama perang Vietnam. Dalam dua kali tour of dutynya, ia membukukan 93 confirmed kills dan dipercayai lebih dari 100 unconfirmed kills. Dia adalah sniper paling dicari oleh tentara Vietnam Utara dengan dihargai $30,000 untuk kepalanya. Dia bahkan mampu menghabiskan 1 pleton tentara Vietnam Utara dalam sekali pertempuran hanya bersama spotternya.


4.Francis Pegahmagabow


Pegahmagabow, adalah pahlawan Ojibwa warrior yang bertarung dengan para prajurit Kanada selama perang dunia I, ia mengalami pertempuran paling brutal selama WW I antara lain di Mount Sorrel, Passchendaele and The Scarpe,dia membukukan 378 kills sebagai sniper. Dia mendapatkan medali atas keberaniannya dalam sebuah pertempuran, ia menggantikan komandanya yang sedang dalam keadaan tidak mampu, ia berlari ditegah hujan peluru musuh untuk mecari tambahan amunisi bagi regunya yang kehabisan amunisi. Pegahmagabow mendapatkan skill sebagai sniper semenjak dia kecil, dia berasal dari Shawanaga reserve di Georgian Bay (penampungan suku asli Kanada).

5.Lyudmila Pavlichenko






Ia adalah salah satu sniper wanita Rusia selama WW II, saat diwawancarai oleh reporter Ameria, " salah satu reporter mengkritiknya atas rok seragamnya yang terlalu panjang, sang reporter berkata di Amerika wanita menggunakan rok yang lebih pendek, dia menjawab dengan bercanda bahwa menggunakan rok pendek dia tampak lebih gemuk". Namun mungkin karena rok panjangnya itulah dia mampu membukukan skor 309 prajurit Nazi, sungguh suatu angka yang tidak main-main, perlu kemampuan terbaik untuk itu apalagi ia seorang wanita.


6.Vasily Zaytsev















ialah yang menjadi tokoh sesunggunya dalam dunia nyata bagi film "Enemy at the Gates (2001)". Kemampuannya didapatkan dari bakat alaminya semenjak kecil dari berburu didataran Rusia. Saat Nazi menyerbu Rusia maka ia bergabung dengan pasukan Rusia mempertahankan St. Petersburg. Ketenanganya merupakan modal besar dalam membunuh musuhnya. Dia merupakan seorang pahlawan Rusia dengan skor 149 confirmed kills, dengan skor unconfirmed lebih dari 400.


7.Timothy Murphy

Dalam pertempuran merebut kemerdekaan Amerika. The Battle of Saratoga adalah titik balik dari perang revolusi Amerika. Dan titk balik terpenting adalah saat prajurit Sniper Amerika Timothy Murphy menembak dan membunuh Gen. Simon Fraser of the British army di 7 Okt 1777. Murphy, adalah seorang rifleman di Morgan's Kentucky Riflemen, menembak General. Fraser di jarak hampir 500 yards menggunakan long-barreled Kentucky rifles. Perlu diingat senjata laras panjang jaman itu memiliki akurasi yang sangant payah karena produksi senjatanya pun masih sederhana.

8.Chuck Mawhinney

Bahkan istrinya pun tidak tahu bahwa suaminya ini seorang sniper marinir Amerika yang hebat (tidak ada dalam gambar) , sampai teman seperjuangannya menerbitkan buku The book,Dear Mom: A Sniper's Vietnam. Mawhinney membukukan rekor 103 confirmed kills di Vietnam, dengan lebih 213 unconfirmed. Dia adalah seorang yang rendah hati bahkan dia tak menginginkan orang tau soal itu, menurutnya orang lain tak akan tertarik dengan skor killnya sebagai sniper. "Saya hanya menjalankan tugas negara" ujarnya.

9.Rob Furlong




Lepas dari sudut pandang manapun Cpl. Rob Furlong telah melakukan hal yang laur biasa yaitu rekor tembakan terjauh yang pernah dilakukan manusia. Dia membunuh seseorang anggota Al Qaeda di sebuah lembah dari atas bukit dalam sebuah operasi militer dari jarak 2.430 m jauhnya dalam suatu operasi militer, sebuah tembakan yang spektakuler meskipun tak perlu dibanggakan sebut beberapa media Kanada sinis.

10.William Edward (Billy) Sing

Prajurit William Edward (Billy) Sing DCM, 31st Battalion, of Clermont, Qld. Ia bergabung dalam kesatuan 5th Light Horse Regiment di Gallipoli. Billy merupakn sniper yang akurat, ia telah berhasil menembak 150 lebih prajurit Turki bahkan mencapai 201 uncomfirmed kill. Billy menembak 150 prajurit turki dar posnya yaitu Chatham's Post. Dalam WW I dia juga mendapkat perhargaan the Belgian Croix de Guerre pada 1918, karena perannya menumpas pasuka sniper jerman di Polygon Wood pada September 1917.


sumber : Ahli sniper dan penggemarnya

Sabtu, 09 Juni 2012

Isi pendidikan dan Metode Pendidikan

A.   Isi pendidikan
Isi pendidikan adalah segala sesuatu yang diberikan kepada peserta didik untuk keperluan pertumbuhan isi pendidikan berbeda dengan isi pengajaran. Isi pendidikan berupa :
1.      Nilai
2.      Pengetahuan
3.      Keterampilan

Sedangkan isi pengajaran adalah:
1.      Pengetahuan
2.      Ketrampilan
Nilai yang dimaksud dalam alinea di atas adalah nilai-nilai kemanusiaan yang berupa pengalaman dan penghayatan manusia mengenai hal-hal yang berharga bagi hidup manusia. Nilai tersebut akan membentuk sikap dan kepribadian peserta didik hidup yang baik.
      Pengetahuan menurut Poedjawaijatna adalah hasil daripada tahu. Abbas Hamami, salah seorang filsafat Gajah Mada, pengetahuan adalah hubungan subjek objek yang disadari. Oleh karena itu pengetahuan sebetulnya meliputi segala aspek hidup manusia, termasuk di dalamnya nilai dan keterampilan. Hanya dalam isi pendidikan yang kita bicarakan ini lebih mengacu pada pengetahuan yang berasal dan pengalaman indra dan pengetahuan yang berasal dan pengalaman rasio atau budi.
      Ketrampilan diperoleh biasanya melalui pelatihan dan kebiasaan. Jika latihan tersebut sering diulang-ulang maka hasil dari ketrampilan tersebut akan semakin baik.

      Pada saat melaksanakan pendidikan, guru harus mempertimbangakan hal-hal seperti berikut :
1.      Isi/Materi harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan.
2.      Urgensi materi, yakni materi itu penting untuk diketahui oleh peserta didik
3.      Nilai praktis atau kegunaannya diartikan sebagai makna bagi kehidupan sehari-hari.
4.      Materi tersebut merupakan materi wajib, sesuai dengan tuntunan kurikulum.
5.      Materi yang sudah diperoleh sumbernya, perlu diupayakan untuk diberikan kepada peserta didik.

B. Metode pendidikan
Metode adalah cara yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Metode pendidikan adalah cara-cara yang dipakai oleh orang atau sekelompok orang untuk membimbing anak / peserta didik sesuai dengan perkembangannya kearah tujuan yang hendak dicapai. Metode pendidikan tersebut selalu terkait dengan proses pendidikan, yaitu bagaimana cara melaksanakan kegiatan pendidikan agar tercapai tuhjuan pendidikan.
Metode pendidikan berkaitan dengan bentuk pendidikan. Dalam hal ini kita mengenal adanya bentuk-bentuk pendidikan sebagai berikut:
a.      bentuk pendidikan otoriter yaitu, pendidik ditempatkan pada pihak yang berkuasa dan utama, sedangkan peserta didik ditempatkan pada pihak yang sekunder.
b.      bentuk pendidikan liberal yaitu, bentuk pendidikan yang menempatkan pendidik dan peserta didik dalam kedudukan yang seimbang.
c.       bentuk pendidikan demokratis yaitu, gabungan dari bentuk pendidikan otoriter dan bentuk pendidikan liberal. Maka pendidikannya lebih mengarah pada metode diskusi, tanya jawab, pemberian tugas, problem solving dan berjalan dengan suasana yang dialogis. 

Untuk  memilih metode yang tepat dalam proses pendidikan perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
a)      Tujuan yang hendak dicapai
b)      Kemampuan pendidik
c)      Kebutuhan peserta didik 
d)   Isi atau materi pendidikan


Sumber : Ilmu pendidikan bersama sungkono, M.Pd

Rabu, 11 April 2012

Filosofi Kepelatihan : " Epistemologi "


PENDAHULUAN

Dalam makalah ini akan dipaparkan tentang cabang-cabang falsafat, khususnya pada epistemologi yang akan berusaha menjawab bagaimana proses yang memungkinkan pengetahuan berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?.
Perkembangan ilmu pengetahuan  sudah melenceng jauh dari hakikatnya, dimana ilmu pengetahuan bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya, namun bahkan kemungkinan menciptakan tujuan hidup itu sendiri. Disinilah moral sangat berperan sebagai landasan normatif dalam penggunaan ilmu pengetahuan serta dituntut tanggung jawab sosial ilmuwan dengan kapasitas keilmuwannya dalam menuntun pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga tujuan hakiki dalam kehidupan manusia bisa tercapai.
Jadi untuk membedakan jenis pengetahuan yang satu dari pengetahuan-pengetahuan lainnya. Maka dengan mudah kita dapat membedakan berbagai jenis pengetahuan yang terdapat dalam khasanah kehidupan manusia. Hal ini memungkinkan kita mengenali berbagai pengetahuan yang ada seperti ilmu, seni dan agama serta meletakkan mereka pada tempatnya masing-masing yang saling memperkaya kehidupan kita. Tanpa mengenal ciri-ciri tiap pengetahuan dengan benar maka bukan saja kita dapat memanfaatkan kegunaanya secara maksimal namun kadang kita salah dalam menggunakannya.


 
PEMBAHASAN

Epistemologi

a.      Pengertian 

            Epistemologi berasal dari bahasa yunani yaitu episteme berarti pengetahuan dan logos berarti ilmu. Epistemologi berarti cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, dan jenis pengetahuan. Epistemologi atau teori pengetahuan ialah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengendalian-pengendalian, dan dasar-dasarnya serta pengertian mengenai pengetahuan yang dimiliki mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuatan pengenalanya ia dapat mencapai realitas sebagaimana adanya. Mereka mengandaiakan begitu saja bahwa pengetahuan mengenai kodrat itu mungki, meskipun beberapa di antara mereka menyarabkan bahwa pengetahuan mengenai struktur kenyataan dapat lebih dimunculkan dari sumber-sumber tertentu ketimbang sumber-sumber lainya. Pengertian yang diperoleh oleh manusia melalui akal, indra, dan lain-lain mempunyai metode tersendiri dalam teori pengetahuan, di antaranya adalah:
1.      Metode Induktif
Induktif yaitu suatu metode yang menyimpulkan pernyataan-pernyataan hasil observasi disimpulkan dalam suatu pernyataan yang lebih umum.
2.       Metode Deduktif
Deduktif ialah suatu metode yang menyimpulkan bahwa data-data empirik diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang runtut.
3.      Metode Positivisme
Metode ini dikeluarkan oleh Agus Comte (1798-1857). Metode ini berpangkal dari apa yang telah diketahui.

Masalah epistemologi bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. Sebelum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan, perlu diperhatikan bagaimana dan dengan sarana apakah kita dapat memperoleh pengetahuan. Jika kita mengetahui batas-batas pengetahuan, kita tidak akan mencoba untuk mengetahui hal-hal yang pada akhirnya tidak dapat di ketahui.


b.      Hakikat Epistemologi

Jika kita membahas tentang hakikat epistemologi maka terasa sangat lah sulit, karena epistemologi hanya berusaha memberi definisi ilmu pengetahuan, membedakan cabang-cabangnya yang pokok, mengidentifikasikan sumber-sumbernya dan menetapkan batas-batasnya. “Apa yang bisa kita ketahui dan bagaimana kita mengetahui” adalah masalah-masalah sentral epistemologi, tetapi masalah-masalah ini bukanlah semata-mata masalah-masalah filsafat. Oleh karena itu, epistemologi lebih berkaitan dengan filsafat, walaupun objeknya tidak merupakan ilmu yang empirik, justru karena epistemologi menjadi ilmu dan filsafat sebagai objek penyelidikannya. Dalam epistemologi terdapat upaya-upaya untuk mendapatkan pengetahuan dan mengembangkannya. Aktivitas-aktivitas ini ditempuh melalui perenungan-perenungan secara filosofis dan analitis.
Perbedaaan padangan tentang eksistensi epistemologi ini agaknya bisa dijadikan pertimbangan untuk membenarkan Stanley M. Honer dan Thomas C.Hunt yang menilai, epistemologi keilmuan adalah rumit dan penuh kontroversi. Sejak semula, epistemologi merupakan salah satu bagian dari filsafat sistematik yang paling sulit, sebab epistemologi menjangkau permasalahan-permasalahan yang membentang seluas jangkauan metafisika sendiri, sehingga tidak ada sesuatu pun yang boleh disingkirkan darinya. Selain itu, pengetahaun merupakan hal yang sangat abstrak dan jarang dijadikan permasalahan ilmiah di dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan biasanya diandaikan begitu saja, maka minat untuk membicarakan dasar-dasar pertanggungjawaban terhadap pengetahuan dirasakan sebagai upaya untuk melebihi takaran minat kita.

Luasnya jangkauan epistemologi ini menyebabkan objek pembahasannya sangat detail. Metodologi misalnya telah digabungan secara teliti dengan epistemologi dan logika. Sementara itu, logika itu sendiri patut dipertanyakan, apakah logika itu bagian dari epistemologi, diluar epistemologi sama sekali, atau sekedar memiliki persentuhan yang erat dengan epistemologi. Ada yang menyatakan, bahwa posisi logika berada diluar ontologi, epistemologi dan aksiologi. Di samping itu, epistemologi tersebut sebenarnya tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa lepas dari ontologi dan aksiologi. Menurut, Jujun S. Suriasumatri, bahwa persoalan utama yang dihadapi oleh tiap epistemologi pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhitungkan aspek ontologi dan aksiologi masing-masing. Dalam pemahaman yang sederhana epistemologi memiliki interrelasi (saling berhubungan dengan komponen lain, ontologi dan aksiologi).

c.       Kegunaan Epistemologi

Epistemologi atau teori mengenai ilmu pengetahuan itu adalah inti sentral setiap pandangan dunia. Ia merupakan parameter yang bisa memetakan, apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin menurut bidang-bidangnya; apa yang mungkin diketahui dan harus diketahui; apa yang mungkin diketahui tetapi lebih baik tidak usah diketahui; dan apa yang sama sekali tidak mungkin diketahui. Epistemologi dengan demikian bisa dijadikan sebagai penyaring atau filter terhadap objek-objek pengetahuan. Tidak semua objek mesti dijelajahi oleh pengetahuan manusia. Ada objek-objek tertentu yang manfaatnya kecil dan madaratnya lebih besar, sehingga tidak perlu diketahui, meskipun memungkinkan untuk diketahui. Ada juga objek yang benar-benar merupakan misteri, sehingga tidak mungkin bisa diketahui.
Epistemologi ini juga bisa menentukan cara dan arah berpikir manusia. Seseorang yang senantiasa condong menjelaskan sesuatu dengan bertolak dari teori yang bersifat umum menuju detail-detailnya, berarti dia menggunakan pendekatan deduktif. Sebaliknya, ada yang cenderung bertolak dari gejala-gejala yang sama, baru ditarik kesimpulan secara umum, berarti dia menggunakan pendekatan induktif. Adakalanya seseorang selalu mengarahkan pemikirannya ke masa depan yang masih jauh, ada yang hanya berpikir berdasarkan pertimbangan jangka pendek sekarang dan ada pula seseorang yang berpikir dengan kencenderungan melihat ke belakang, yaitu masa lampau yang telah dilalui. Pola-pola berpikir ini akan berimplikasi terhadap corak sikap seseorang. Kita terkadang menemukan seseorang beraktivitas dengan serba strategis, sebab jangkauan berpikirnya adalah masa depan. Tetapi terkadang kita jumpai seseorang dalam melakukan sesuatu sesungguhnya sia-sia, karena jangkauan berpikirnya yang amat pendek, jika dilihat dari kepentingan jangka panjang, maka tindakannya itu justru merugikan.
Epestemologi juga berguna untuk menafsir dan membuktikan keyakinan bahwa kita mengetahi kenyataan yang lain dari diri sendiri. Usaha menafsirkan adalah aplikasi berpikir rasional, sedangkan usaha untuk membuktikan adalah aplikasi berpikir empiris. Hal ini juga bisa dikatakan, bahwa usaha menafsirkan berkaitan dengan deduksi, sedangkan usah membuktikan berkaitan dengan induksi. Gabungan kedua macaram cara berpikir tersebut disebut metode ilmiah.
Jika metode ilmiah sebagai hakikat epistemologi, maka menimbulkan pemahaman, bahwa di satu sisi terjadi kerancuan antara hakikat dan landasan dari epistemologi yang sama-sama berupa metode ilmiah (gabungan rasionalisme dengan empirisme, atau deduktif dengan induktif), dan di sisi lain berarti hakikat epistemologi itu bertumpu pada landasannya, karena lebih mencerminkan esensi dari epistemologi. Dua macam pemahaman ini merupakan sinyalemen bahwa epistemologi itu memang rumit sekali, sehingga selalu membutuhkan kajian-kajian yang dilakukan secara berkesinambungan dan serius.



d.      Pendapat Para Ahli

Masa plato dan aristoteles
 
Plato dapat dikatakan sebagai filosof pertama yang secara jelas mengemukakan epistemologi dalam filsafat, meskipun ia belum menggunakan secara resmi istilah epistemologi ini. Filosof Yunani berikutnya yang berbicara tentang epistemologi adalah Aristoteles. Ia murid Plato dan pernah tinggal bersama Plato selama kira-kira 20 tahun di Akademia. Pembahasan tentang epistemologi Plato dan Aristoteles akan lebih jelas dan ringkas kalau dilakukan dengan cara membandingkan keduanya, sebagaimana tertuang pada table di bawah ini.

Tabel komparasi epistemologi Plato dan Aristoteles      
Topik Pemikiran
Plato
Aristoteles
Pandangan tentang dunia
Ada 2 dunia:  dunia ide & dunia sekarang (semu)
Hanya 1 dunia: Dunia nyata yang sedang dijalani
Kenyataan yang sejati
Ide-ide yang berasal dari dunia ide
Segala sesuatu yang di alam yang dapat ditangkap indra
Pandangan tentang manusia
Terdiri dari badan dan jiwa. Jiwa abadi; badan fana (tidak abadi).
Jiwa terpenjara badan.
Badan dan jiwa sebagai satu kesatuan tak terpisahkan.
Asal pengetahuan
Dunia ide. Namun tertanam dalam jiwa yang ada dalam diri manusia.
Kehidupan sehari-hari dan alam dunia nyata
Cara mendapatkan pengetahuan
Mengeluarkan dari dalam diri (Anamnesis) dengan metoda bidan
Observasi dan abstraksi, diolah dengan logika














PENUTUP


Kesimpulan

Epistemologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang berusaha menjawab bagaimana proses penimbaan pengetahuan yang berupa ilmu tersebut dan apa yang harus kita ketahui agar bisa mendapatkan pengetahuan yang benar. Epistemologi juga sama-sama berupa metode ilmiah (gabungan rasionalisme dengan empirisme, atau deduktif dengan induktif), dan di sisi lain berarti epistemologi itu bertumpu pada landasannya, karena lebih mencerminkan esensi dari epistemologi. Dalam pemahaman yang sederhana juga epistemologi memiliki interrelasi (saling berhubungan dengan komponen lain, ontologi dan aksiologi).




Sumber :
Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Pustaka Sinar         Harapan, Jakarta, 1996.
Prof. Dr. H. Noeng Muhadjir, Filsafat Ilmu, Penerbit Rake Sarasin, Yogjakarta, 2001.  
Louis O. Kattsouff, Pengantar filsafat, Tiara Wacana, Yogjakarta
Sidi Gazalba, Sistematika filsafat II, Yogjakarta, 1995.
suparmanhttp://www.blogger.com/profile/03249547895308622683noreply@blogger.com
Âmuzesy-e Falsafeh, Ustadz Ayatullah Misbah Yazdi
 Ma'rifat Syinâsi dar Qur'ân, Ustadz Ayatullah Agâ Jawadi Amuli
Berbagai referensi dari internet.